REAKTUALISASI TEMBANG  DOLANAN  JAWA
DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER  BANGSA
 (KAJIAN SEMIOTIK)

Dr. Farida Nugrahani, M.Hum
Program Pascasarjana Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Jl. S. Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo Surakarta, Ponsel: 081226229733
E-mail: farida_nugrahani@yahoo.com.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) makna tembang dolanan Jawa; (2)  nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) dalam tembang  tersebut sebagai pembentuk karakter bangsa; dan (3) pentingnya reaktualisasi tembang tersebut dalam rangka pembentukan karakter bangsa. Data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini, dikumpulkan  melalui kajian pustaka, wawancara mendalam, dan observasi, dari  narasumber, teks, dan peristiwa.  Analisis data secara induktif dilakukan dengan model interaktif. Untuk pemaknaan tembang dolanan Jawa digunakan metode pembacaan model semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik (retroaktif).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tembang dolanan Jawa memiliki makna yang sarat dengan pesan moral yang penting bagi pembentukan karakter bangsa; (2) Nilai kearifan lokal dalam tembang dolanan seperti “Ilir-Ilir”, “Sluku-Sluku Bathok”, “Jaranan”, dan lain-lain merupakan nilai luhur universal sebagaimana dalam sembilan pilar karakter; (3) Nilai kearifan lokal dalam tembang dolanan Jawa patut direaktualisasikan dalam rangka pembentukan karakter, yang sesuai dengan akar budaya bangsanya. Itu merupakan masalah penting, sebab bangsa kita yang dikenal ramah, toleran, santun dan agamis sebagai prototipe bangsa Timur yang dibanggakan dan dikontraskan dengan bangsa Barat yang egois, individualis, hedonis, dan sekuler, seolah-olah tinggal mitos saja. Budaya bangsa yang luhur kini mengalami pergeseran akibat maraknya budaya asing dalam kehidupan era global. Dengan harapan agar penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui reaktualisasi tembang dolanan berjalan efektif, perlu dilaksanakan melalui pembelajaran bahasa Jawa (muatan lokal) di sekolah dari tingkat dasar, menengah hingga atas.


Kata Kunci: reaktualisasi, tembang dolanan  Jawa, pendidikan karakter bangsa.